'Storytelling', Sekali Mendayung Dua Tiga Pulau Terlampaui

JAKARTA, KOMPAS.com - Storytelling dapat menjadi medium bahasa yang baik dan menarik bagi anak-anak. Selain melatih kemampuan anak dalam berbahasa Inggris, storytelling atau mendongeng menjadi cara menarik untuk menyampaikan pesan moral kepada anak.

"Secara substansi, mengisahkan ulang cerita rakyat yang berasal dari Indonesia ke dalam bahasa Inggris memang tidak ada yang berbeda, kecuali pengalihan bahasa, namun pilihan cerita rakyat lebih bisa memberikan nilai moral bagi anak-anak yang membaca atau mendengarnya," kata Direktur Pusat Penerbitan LIA C'nS Junior Suhud Widagdo, kepada Kompas.com di sela C'nS Junior Grand Competition 2012, di Istana Anak-anak Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Minggu (11/11/2012).

Oleh karena itu, C'nS juga rutin menggelar lomba bercerita dalam bahasa Inggris setiap tahunnya. Kisah yang diangkat mayoritas adalah cerita rakyat dari Indonesia. Kegiatan lomba yang mengangkat cerita rakyat, lanjutnya, dapat mengembangkan sisi emosional anak. Pasalnya, melalui penyampaian cerita, penuturnya memaknai tokoh cerita dengan lebih dalam.

"Dalam suatu obrolan, Kak Seto pernah berujar kalau dalam karya cerita ini ada sisi yang dapat membuat emosi anak semakin berkembang. Emotional Quetiont (EQ) dari penerapan nilai-nilai budaya ini akan dapat meredam emosi anak, serta meningkatkan toleransi, dan kasih sayang, saya percaya itu bisa didapat dari bercerita ini," tambahnya.

Menurutnya, kemampuan emosional memiliki peranan yang tak kalah pentingnya dalam kesuksesan seseorang. Selain menyerap prinsip moral dari suatu pesan, anak juga dapat belajar untuk menyampaikan pesan moral itu langsung di hadapan orang lain. Anak-anak pun sudah belajar public speaking sejak dini.

Tak hanya itu, lanjut pengajar bahasa Inggris LIA ini, anak-anak juga diajak menyelami kekayaan cerita dan budaya Indonesia melalui cerita rakyat yang diceritakan kembali.

Sumber
Kompas Edukasi
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar