Pelaksanaan UN dan UNPP Bersamaan, Jangan Sampai Rugikan Siswa

SEMARANG, KOMPAS.com — Pengamat pendidikan IKIP PGRI Semarang, Ngasbun Egar, mengingatkan, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) dan Ujian Nasional Program Paket (UNPP) secara bersamaan jangan sampai merugikan hak siswa.
"Harus disiapkan secara matang, mulai sumber daya manusia (SDM), yakni kepanitiaan, koordinasi antarpihak, hingga sarana dan prasarananya. Jangan sampai nanti justru tidak siap," kata Ngasbun Egar, di Semarang, Jumat (22/2/2013).
Pelaksanaan UNPP atau biasa disebut ujian kejar paket pada tahun-tahun sebelumnya digelar setelah UN, baik UNPP periode pertama maupun kedua. UNPP perode pertama tahun ini dilaksanakan bersamaan dengan UN.
Meski jam pelaksanaannya tak sama, UN pada pagi hari sementara UNPP siang hari, tanggal dan hari pelaksanaan kedua ujian tersebut bersamaan sesuai jenjang pendidikan, misalnya UN SMA dengan UNPP C setara SMA.
Rencananya, UN dan UNPP 2013 akan dilaksanakan pada 15-18 April 2013 (SMA dan paket C), UN SMP dan paket B setara SMP pada 22-25 April 2013, sementara UN SD dan paket A setara SD pada tanggal 6-8 Mei 2013.
Menurut Wakil Rektor I IKIP PGRI Semarang itu, pelaksanaan UN dan UNPP pada tanggal yang sama memang menimbulkan kekhawatiran kesemrawutan pelaksanaannya jika tidak disiapkan secara matang oleh panitia.
"Bagaimana nanti tempatnya, kan sama-sama menggunakan sekolah. Bagaimana SDM-nya, apakah sudah siap? Prinsipnya, siswa kedua ujian tersebut memiliki hak yang sama, tidak boleh ada yang lebih diutamakan," katanya.
Karena itu, Ngasbun, yang juga Ketua PGRI Kota Semarang, meminta Dinas Pendidikan setempat sebagai panitia pelaksana kedua ujian untuk menyiapkan semuanya secara matang sehingga hak-hak siswa terlayani dengan baik.
Sementara itu, Sekretaris Panitia UN dan UNPP Kota Semarang, Sutarto, mengakui pelaksanaan kedua ujian yang bersamaan pada tahun ini memang membutuhkan persiapan lebih dan "ekstra" dibandingkan tahun sebelumnya.
"Kami telah membagi tugas kepanitiaan dengan bidang lain, yakni pendidikan nonformal dan informal (PNFI) untuk UNPP. Sementara kami dari bidang pendidikan dasar dan menengah mengurusi pelaksanaan UN," kata Sutarto.
Meski demikian, kata Kepala Seksi SMA Disdik Kota Semarang itu, koordinasi antarbidang tetap menyatu pada ketua panitia UN dan UNPP sehingga terkontrol meski SDM yang dipakai melibatkan lebih banyak personel.
"Prinsipnya, kami berupaya agar pelaksanaan UN dan UNPP bisa berlangsung secara baik dengan persiapan yang matang. Untuk pelaksanaan UNPP C memakai gedung sekolah, tetapi siang hari setelah selesai UN," katanya.
Sutarto menjelaskan, pelaksanaan UNPP C rencananya memakai gedung SMP Negeri 37 dan SMP Negeri 39 Semarang, yang berdekatan, sementara untuk UNPP A dan B menggunakan gedung Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) kecamatan.

Sumber
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar