Sistem Pendidikan Indonesia Terendah Wamendikbud: Jangan Mudah Percaya Survei-survei





JAKARTA, KOMPAS.com — Menanggapi hasil penelitian yang dilakukan oleh firma pendidikan Pearson, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Musliar Kasim meminta kepada masyarakat agar tidak mudah percaya begitu saja. Pasalnya, banyak bukti yang menunjukkan bahwa pendidikan di Indonesia memiliki standar yang baik.

"Jangan mudah percaya. Sekarang, siapa saja bisa membuat survei dengan mengatasnamakan lembaga internasional. Kita lihat buktinya saja sekarang, anak-anak kita banyak yang berprestasi," kata Musliar kepada Kompas.com, Rabu (28/11/2012).

Seperti hari ini, pihaknya baru saja memberikan penghargaan kepada 46 siswa sekolah dasar (SD) yang berprestasi di ajang olimpiade matematika dan sains tingkat internasional. Anak-anak ini berhasil menyabet medali emas, perak, dan perunggu dalam olimpiade yang digelar di Romania, Hongkong, Taiwan, dan India.

Mengenai status dan perlakuan terhadap guru, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah berhenti memberikan apresiasi yang tinggi kepada guru. Bahkan, guru sudah merupakan sebuah profesi yang diatur jelas dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

"Kami selalu memberikan apresiasi lebih pada guru. Guru sudah sebagai profesi saat ini. Gaji guru untuk PNS juga lebih dua kali lipat dibanding PNS lain," ungkap Musliar.

"Jadi sekali lagi, jangan percaya begitu saja pada lembaga survei. Kami terus berbenah untuk menyediakan pendidikan yang baik dan bermutu," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan tabel liga global yang diterbitkan Firma Pendidikan Pearson, sistem pendidikan Indonesia berada pada level terendah bersama dengan Meksiko dan Brasil. Hasil penelitian ini didasarkan pada status guru di negara tersebut. Sementara itu, dua negara yang berada pada level tertinggi terkait sistem pendidikan adalah Finlandia dan Korea Selatan.

Sumber
Kompas Edukasi
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar