Untuk kebutuhan ATK saat UN, Siswa dipungut 10 Ribu?

KEFAMENANU, JESABA NEWS- Hari-hari mendekati Ujian Nasional rentan sekali adanya penipuan yang dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab, biasanya dilakukan dengan bocoran kunci jawaban soal UN. Namun berbeda dengan kasus di SMAN Lurasik, Kecamatan Biboki Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur. Dengan kedok dana untuk membeli peralatan tulis untuk Ujian Nasional, setiap siswa dipungut Rp 10.000,00 oleh Kepala Sekolah.  
Karena hal ini merupakan kesekian kalinya Kepala Sekolah melakukan pungutan yang tak jelas. Maka beberapa siswa yang tidak ingin dipublikasikan namanya menghubungi salah satu surat kabar nasional untuk melaporkan hal ini.  

"Kami semua siswa yang kumpul uang untuk ATK sebanyak 169 orang dan ATK yang kami terima yakni satu buah pensil dan satu buah penghapus. Bahkan ada enam orang siswa diantaranya sampai saat ini belum mendapatkan ATK itu. Kami merasa kesal pak karena seharusnya peserta UN tidak dipungut biaya apapun. Buktinya pada pensil yang kami terima ada tertulis Dinas Pendidikan Provinsi NTT," keluh sang siswa.

Kekesalan siswa pun bertambah setelah diketahui bahwa harga pensil Rp 3.000,00 dan harga penghapus Rp 1.500,00, tentunya bila dijumlahkan tidak sampai dengan uang yang dipungut dari siswa. Adapun menurut pengakuan mereka, bahwa mereka diberikan waktu tiga hari untuk mengumpulkan uang pungutan tersebut, karena takut mendapatkan sanksi, mereka terpaksa menyetor uang tersebut. 

Sementara hingga saat berita ini dipublikasikan pihak kepala sekolah SMAN Lurasik Benediktus Amleni belum dapat memberikan keterangan perihal kasus ini.

Sumber

Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar