Kenapa Harus 9 September dan Di Pacitan?




JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh menegaskan, pendirian Akademi Komunitas (AK) jauh dari upaya pencitraan politik pemerintah. Sebelumnya, pemerintah menetapkan "launching" pendirian AK negeri percontohan akan dilakukan pada 9 September, yang bertepatan dengan tanggal lahir Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, di Pacitan, yang juga kampung halaman Presiden. 

Nuh menjelaskan, waktu memulai pendirian AK  ditentukan berdasarkan selesainya proses tender dan sesuai dengan keluangan aktifitasnya sebagai menteri. 

"Tidak ada unsur pencitraan politik dalam keputusan itu. Semua terjadi alamiah," kata Nuh, Senin (27/8/2012), di Gedung Kemdikbud, Jakarta.

Pada hari pendirian 9 September mendatang, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dipilih sebagai lokasi pertama untuk dijadikan simbol pendirian AK dengan menancapkan tiang pancang pertama.

Nuh mengungkapkan, alasan Kabuaten Pacitan dipilih sebagai lokasi pertama pendirian AK negeri percontohan dengan alasan urgenitas. Pasalnya, wilayah tersebut memiliki populasi tinggi dan dikenal sebagai kantung penyuplai tenaga kerja Indonesia (TKI) terbesar.

"Itu alasan mengapa kami pilih Pacitan. Mengenai waktunya saya sesuaikan dengan waktu luang saya. Karena saya selalu menggunakan hari Sabtu-Minggu untuk menyelesaikan tugas luar kota," ujarnya.

"Sekarang ini masa sanggah tender, jika sampai 29 Agustus tak ada yang menyanggah maka seminggu kemudian pembangunan AK di Pacitan akan dimulai. Kebetulan akhir pekannya jatuh di tanggal 8 dan 9 September," lanjut Nuh.

Seperti diberitakan, pemerintah akan membangun satu AK percontohan di setiap kota besar di seluruh Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, untuk awalnya, AK percontohan akan dibangun di 20 kabupaten/kota, dan Kabupaten Pacitan dipilih sebagai lokasi perdana untuk memulainya.

Nantinya, akan ada beberapa program studi pada AK percontohan di Pacitan itu. Antara lain pertanian, otomotif, dan perhotelan. Anggaran pembangunannya mencapai Rp 50 miliar.

AK dimaksudkan pemerintah untuk memperlebar akses dan mendongkrak angka partisipasi kasar (APK)  pendidikan tinggi, serta untuk mencetak sumber tenaga kerja yang andal dan berdaya jual.

Sumber

Akademi Komunitas Dinilai Ancam PTS




JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta (Aptisi) Suyatno mengatakan, keberadaan akademi komunitas (AK) akan mengancam eksistensi perguruan tinggi swasta (PTS). Suyatna khawatir, PTS akan kekurangan peminat karena calon mahasiswa berbelok memilih AK.
Menurutnya, calon mahasiswa tentu akan lebih tertarik pada AK karena waktu belajar yang lebih singkat dan praktis. Dalam satu atau dua tahun saja, mahasiswanya sudah bisa meraih gelar D1 atau D2, sementara program S1 yang rata-rata dibuka oleh PTS harus ditempuh dengan waktu belajar yang lebih lama.

"Pengaruhnya tentu ada, PTS akan sepi peminat karena semua akan masuk AK yang lebih praktis," katanya, kapada Kompas.com, Sabtu (25/8/2012), di Jakarta.

Namun demikian, Rektor Universitas Dr Hamka (Uhamka) Jakarta ini juga mengakui keunggulan AK. Selain praktis, AK juga akan membuka akses pendidikan tinggi dan lebih menggiurkan karena berorientasi pada dunia pekerjaan. Lulusan AK, lanjutnya, mudah diserap oleh tenaga kerja.
"Dari segi kesempatan memang bagus, lebih terbuka, praktis dan orientasinya langsung kerja," ujarnya.
Pemerintah baru saja mengungkapkan rencana untuk membangun AK negeri di 20 kabupaten/kota. AK negeri pertama akan dibangun di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, dan pemancanan tiangnya akan dimulai bulan depan.
AK percontohan rencananya akan dibangun di setiap kota besar. Swasta juga diperkenankan turut terlibat dalam pendirian AK.
Pembangunan AK sendiri difokuskan pada pendidikan diploma atau vokasi. Program studinya disesuaikan dengan potensi lokal dan tenaga pendidiknya berasal dari instruktur yang ahli di bidangnya. 

Sumber
Kompas Edukasi                             

Bangsa yang Terlambat Belajar




  
Bangsa yang Terlambat Belajar 

Bruce Lee pernah berujar, “Knowing is not enough. We must apply. Willing is not enough. We must do!”

Belajar, itu kata kuncinya. Confucius menegaskan hal serupa, “Saya dengar, saya lupa. Saya lihat, saya ingat. Saya lakukan, saya paham.” 

Belajar, proses sadar untuk memahami sesuatu yang esensial, berdampak pada perubahan perilaku si pembelajar yang menjadi semakin baik dari waktu ke waktu. Pertanyaan menyeruak dalam pikiran, apakah bangsa Indonesia adalah bangsa pembelajar?

Sejak 1908 (Kebangkitan Nasional) sampai sekarang, ternyata tahapan perubahan tatanan kehidupan berbangsa mengikuti pola 20 tahunan (1908, 1928, 1945-48, 1965-68, 1968-78, 1998-…). Momentum perubahan kehidupan berbangsa ada di angka tahun tersebut. Jelaslah ini adalah suatu proses belajar lambat. 

Faktor pendidikan, ikut urun rembug berkontribusi pada kenyataan ini. Padahal di setiap tahapan waktu tersebut, semua kebijakan pendidikan—kurikulum, pengelolaan sekolah, pemberdayaan guru, peningkatan anggaran pendidikan, dsb, terus dikembangkan. Namun, hal itu seakan tak cukup membuat kehidupan masyarakat Indonesia menjadi lebih cerdas, beradab, mandiri, dan sejahtera. 

Hari ini, orang miskin masih sulit mengakses pendidikan berkualitas. Kualitas guru masih memprihatinkan. Sekolah menjadi institusi elit yang semakin mencerabut akar budaya masyarakat, dan sistem pendidikan melahirkan orang-orang cerdas tak berkarakter. 

Jangan heran jika kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi jumud, terseret arus globalisasi, miskin inovasi, dan tak pandai mengelola potensi diri. Itu semua terjadi, karena sistem pendidikan kita belum berhasil menciptakan sumber daya manusia yang kompeten dan berkarakter. Ironisnya, praktik-praktik yang jauh dari kesan "mendidik", kerap masih menjadi bagian dari penyelenggaraan pendidikan di tanah air.

Mari sejenak kita berkaca pada negeri sakura. Jepang, satu dari sekian bangsa yang cepat belajar. Banyak bangsa lain di dunia yang menilai, kemajuan Jepang yang cepat dan pesat itu akibat kecerdasan intelektual bangsa Jepang yang tinggi. Hal itu diperoleh lewat sistem pendidikan yang bermutu. 

Sutawi (2009) mencoba mengurai cerita, mengenai proses pengembangan kecerdasan intelektual bangsa Jepang. Pada zaman Restorasi Meiji (1852 – 1912), para samurai yang berpikiran maju menghendaki Jepang jadi bangsa yang modern. Setelah selesainya era Tokugawa yang penuh perang, Jepang mengalami masa damai selama 200 tahun. 

Ketika memasuki era damai, para samurai mengabdikan diri sebagai guru. Mereka mendidik anak-anak orang kaya, terutama kasta pedagang, karena Jepang waktu itu masih mengenal kasta (samurai, kesatria, pedagang, petani, dan beberapa kasta di bawahnya). 

Para samurai, contohnya, mereka memang tidak hanya bisa perang, tapi juga melek sastra, tata negara, hukum. Bahkan lebih dari itu, mereka pun bisa membaca huruf kanji yang memang terkenal susah. Itulah modal bangsa Jepang untuk maju.

Hasil pendidikan para samurai terbukti manjur. Mau bukti? Tingkat melek huruf orang Jepang di era Meiji mencapai 98%. Padahal pada periode waktu yang sama, tingkat melek huruf bangsa Eropa paling tinggi masih berkisar angka 60 – 70% (Prasetyawan, 2006).

Jadi, ketika Jepang masuk proses industrialisasi, mereka sudah memiliki kesiapan sumber daya manusia yang terampil dan terdidik. Pola pikir dan pola sikap mereka sudah sangat adaptif dengan perubahan zaman yang tengah terus terjadi. 

Kaisar Meiji yang terkenal visioner, menyadari kalau bangsa Jepang ingin maju. Maka, mereka harus berpikir ala Eropa dan Amerika dengan tetap berpegang teguh pada budaya leluhur. 

Gerakan Bummeikaika dilakukan, dengan tujuan untuk menjadikan bangsa Jepang sebagai bangsa yang beradab. Gerakan tersebut menginisiasi terjadinya pembaharuan pendidikan, yang mendorong bangsa Jepang untuk meninggalkan feodalisme dan mengedepankan logika. Sejak saat itu, generasi muda Jepang disebar ke berbagai penjuru Eropa dan Amerika untuk satu tujuan utama, belajar. 

Restorasi Jepang berjalan sangat cepat dan efisien mulai tahun 1953. Dalam kurun waktu 100 tahun sejak Restorasi Meiji dimulai, Jepang nyatanya telah mampu menjadi negara dengan kekuatan ekonomi dan militer yang patut diperhitungkan di kawasan Asia, bahkan dunia (Sucahyo, 2003). 

Pasca kekalahan di Perang Dunia II, meski dengan anggaran belanja negara yang pas-pasan, Jepang mulai menerapkan strategi pendidikan dari SD sampai Universitas yang berstrategi. Mereka mengirim banyak orang-orang mudanya belajar ke negara lain. 

Saat itu, mereka membelanjakan sekitar 20 persen uang negara pada bidang pendidikan dan sains, hingga mencetak banyak master dan doktor. Dari situlah, mereka mulai membangun bangsa dengan konsep masyarakat berbasis pengetahuan (Knowledge-based Society). 

Semua kebijakan negara mengacu pada data riset yang bersifat objektif, logis, rasional, dan bebas dari kepentingan golongan-golongan tertentu. Muaranya sangat jelas, demi memastikan terwujudnya masyarakat Jepang yang sejahtera.

Di bidang penerbitan, karena masyarakat mereka gemar membaca, sampai tahun 80-an mereka sudah mencetak 1,2 trilyun copy buku. Puncaknya terjadi pada tahun 1997, di mana mereka mencetak sampai 1,5 trilyun copy. 

Sirkulasi surat kabar di masyarakat Jepang pada tahun 2002 mencapai 70,8 juta copy, dengan perbandingan 653 copy per 1000 penduduk. Sekitar 70 juta dari 127 juta penduduk Jepang adalah pengguna internet, bandingkan dengan masyarakat Indonesia yang hanya 2 persen saja (Humaniora, 2006).

Strategic thinking, ciri utama kebijakan pendidikan bangsa Jepang. Komitmen, konsisten, dan berorientasi masa depan, kunci sukses bangsa Jepang dalam menata sistem pendidikan mereka. 

Contoh nyata bangsa yang cepat belajar. Belajar dari perjalanan sejarah masa lalu yang digunakan untuk merancang masa depan yang lebih baik. 

Indonesia, punya kesempatan yang sama seperti bangsa Jepang. Buka mata dan telinga kita, belajarlah. Sadarilah bahwa pendidikan itu investasi teramat penting bagi kemajuan bangsa. 

Mari kita tanya kepada para pemimpin negeri ini, apa visi Indonesia serta visi pendidikan nasional 50 tahun mendatang? Jika satu yang maha penting ini lupa, atau bahkan tak dirumuskan, maka bangsa kita semakin menasbihkan diri jadi bangsa yang terlambat belajar atau bahkan tak pernah belajar sama sekali. Menurut Anda, apa visi Indonesia di masa depan?





Asep Sapa'at
Teacher Trainer di Divisi Pendidikan Dompet Dhuafa


Sumber

Ayo, Tes Mata dan Otak Anda Lewat Permainan Ini


Ayo, Tes Mata dan Otak Anda Lewat Permainan Ini

REPUBLIKA.CO.ID, Ada satu permainan menarik dengan melihat gambar di bawah ini. Sesekali kita lakukan tes untuk meneliti seberapa teliti mata mencari dan melatih respon otak.

Aturan mainnya sebagai berikut:

1. Sebaiknya lakukan hal ini bersama keluarga, teman-teman atau pasangan.

2. Ambil stopwatch untuk menghitung waktu

3. Tentukan caranya: "Cari angka 8 dari deretan angka pada gambar"

4. Siap? Langsung cari...

5. Nah, kalau Anda  bisa mendapatkan angka 8 di bawah 15 detik berarti mata kamu masih jeli dan cerdas. Kalau antara 30 hingga 40 detik, artinya standar. Tapi kalau lebih dari 1 menit, wah harus periksa ke dokter mata, deh.

Selamat bermain :-)



Sumber
Republika

Akademi Komunitas Percontohan Segera Didirikan



JAKARTA (KRjogja.com) - Pemerintah segera mendirikan akademi komunitas (AK) percontohan bulan depan. Sejumlah kota dan kabupaten menjadi prioritas pendirian AK terutama di kantong-kantong tenaga kerja Indonesia (TKI).

"Insya Allah pada 9 September dimulai tiang pancang di Pacitan," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Jumat (24/08).
Mendikbud mengatakan, pendirian AK juga diprioritaskan di daerah yang memiliki sumber daya alam cukup melimpah, tetapi belum mampu dikelola dengan baik. Dia menyebutkan, dana yang dianggarkan untuk AK percontohan di Pacitan sebanyak Rp 50 miliar. Berstatus negeri, pendidikan vokasi setingkat diploma satu dan/atau diploma dua ini membuka empat program studi yaitu otomotif, agro, teknologi informasi, dan perhotelan. 

"Kita harus mendorong pendidikan vokasi," katanya.

AK juga akan dibangun di Kota Palembang dengan menelan anggaran sebanyak Rp 40 miliar. Daerah lain yang akan dibangun AK yaitu di Temanggung, Aceh Barat, Sumenep, Blitar, Lampung Tengah, Situbondo, Rejang Lebong, Sumbawa, Sidoarjo, Nganjuk, Bojonegoro, Kolaka, Tanah Datar, Kota Mataram, Kota Prabumulih dan Tuban. 

Mendikbud mengatakan, biaya kuliah di AK lebih murah dan lebih terjangkau dibandingkan dengan politeknik. Menurut dia, investasi pemerintah harus lebih besar. "Banyak juga peminat swasta dan perusahaan-perusahaan (yang ingin mendirikan AK)," katanya. Sasaran pendirian AK adalah untuk meningkatkan kualitas ketenagakerjaan, memperbesar akses ke perguruan tinggi, dan meningkatkan angka partisipasi kasar (APK). 

Kebutuhan sarana dan prasarana AK lebih mudah untuk dipenuhi, namun yang tidak mudah adalah menyiapkan tenaga pengajar. Tenaga di AK bisa dosen lulusan S2 dari perguruan tinggi atau instruktur dari industri. "Instruktur itu yaitu orang yang tidak harus S2, tetapi memiliki keahlian tertentu. Misalkan saja orang-orang yang sudah berpengalaman di pabrik," katanya. 

Meskipun bukan lulusan S2, tetapi karena kompetensinya berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) bisa dibuat ekuivalensinya, sehingga  diakui disamping jadi instruktur bisa menjadi dosen. 
(Ati)

Sumber 

1,2 Juta Siswa SMP Terancam Tak Tertampung




JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ingin program pendidikan menengah universal (PMU) harus segera diwujudkan. Untuk memulainya, pemerintah akan segera menggulirkan program wajib belajar (wajar) 12 tahun sebagai syarat pada tahun 2013.

Kementerian mencatat, sekitar tiga juta siswa SMP lulus setiap tahun. Sekitar 1,2 juta di antaranya terancam tidak bisa tertampung di jenjang sekolah selanjutnya. Jumlah ini bisa terus meningkat.

Oleh karena itu, meski mengakui bahwa program wajar 9 tahun juga belum tuntas secara kuantitas, apalagi secara kualitas, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah Kemendikbud, Hamid Muhammad menuturkan, persiapan ini harus segera diterapkan demi mengejar ketertinggalan pendidikan jenjang menengah universal.

"Mau memulai rintisan wajar 12 tahun, bukan berarti (wajar 9 tahun) menunggu selesai dulu. Kita paralel saja, sama dengan waktu masih jamannya wajar 6 tahun dulu. Persoalan mutu dan kerusakan kelas yang masih ada, kita terus memperbaikinya," kata Hamid kepada Kompas.com di gedung A Kemendikbud, Jakarta, Senin (27/8/2012).

Hamid juga menuturkan, lulusan sekolah menengah pertama belum memiliki kompetensi untuk bekerja, sehingga program wajar 12 Tahun ini membuka harapan siswa untuk menjadi lebih baik lagi.

"Dengan program ini, diharapkan para siswa nanti sudah siap secara skill untuk bekerja, dan sebagiannya lagi dipersiapkan untuk masuk ke perguruan tinggi," tuturnya.

Sumber
Kompas Edukasi                              

Wajar 12 Tahun Belum Layak Dimulai


JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerhati pendidikan Retno Listyarti mempertanyakan kelayakan pelaksanaan program wajib belajar (wajar) 12 Tahun. Menurutnya, program rintisan Pendidikan Menengah Universal (PMU) ini tak wajar untuk dimulai karena masih menyisakan 'pekerjaan rumah' dalam program sebelumnya, wajib belajar 9 tahun.


"Menurut saya, pemerintah belum siap merintis wajar 12 tahun, mengingat program wajar 9 tahun masih belum tuntas. Program itu hanya mengurangi angka melek huruf dan angka partisipasi kasarnya saja, tetapi secara kualitas, pendidikan wajar 9 tahun masih jauh dikatakan dari berkualitas," ucap Retno, kepada Kompas.com, Rabu (29/8/2012) sore.

Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) ini menegaskan, masih banyak kepincangan yang diwariskan pemerintah dalam pelaksanaan program wajar 9 tahun. Bahkan, menurutnya pula, pendidikan dasar di dalam negeri masih terbengkalai meski pemerintah telah mengklaim bahwa program wajar 9 tahun telah rampung secara kuantitatif dengan ditunjukkannya Angka Partisipasi Kasar (APK) yang mencapai 98 persen.

"Yang perlu diperhatikan adalah data mengenai kualitas pendidikan wajar 9 tahun. Benar secara kuantitatif APK meningkat tapi perolehan data, dan apa saja bagian yang harus di tingkatkan kualitasnya itu belum ada," katanya meminta penyelesaian lebih lanjut soal kendala dan solusinya.

"Kalo data-data tersebut sudah ada barulah meningkatkan program ke wajar 12 tahun. Jangan asal membuat program yang setengah hati dan hanya untuk kepentingan politis semata," lanjutnya kemudian.

Pemerintah sebenarnya masih mengakui bahwa masih banyak daerah tertinggal yang memiliki APK di bawah 90 persen. Selain itu, pemerintah masih menerima laporan beberapa daerah di kabupaten yang pendidikan dasarnya terbengkalai. Namun, melalui program PMU, pemerintah optimistis dapat menyelesaikan masalah pendidikan bangsa Indonesia untuk menjawab tantangan dan kesiapan kerja di masa mendatang.

Namun, Retno menilai, cita-cita pemerintah itu omong kosong. Pasalnya, dana yang dialokasikan untuk pendidikan tinggi justru lebih besar daripada alokasi dana untuk penuntasan wajar 9 tahun.                    

Sumber
Kompas Edukasi          

Berburu Beasiswa, "Belanja" Informasi Dulu!





KOMPAS.com - Mendapatkan kesempatan studi melalui beasiswa mungkin menjadi keinginan banyak orang. Dengan terbatasnya kursi untuk mendapatkannya, maka perlu trik dan strategi agar bisa memenangkan peluang yang tersedia.  

Beberapa sekolah ada yang menawarkan beasiswa sebelum masuk kuliah. Beberapa beasiswa juga diberikan atas dasar prestasi, beasiswa minat, atau juga beasiswa budaya, dan lainnya. Cara terbaik untuk mencari beasiswa adalah dengan melakukan riset terlebih dahulu. Setiap sekolah dan universitas, biasanya memiliki kerja sama dengan berbagai penyedia beasiswa. 

Nah, sebelum berburu, ada baiknya mengetahui hal-hal yang harus dipersiapkan, seluk beluk dan jenis-jenis beasiswa. 

Beasiswa Berdasarkan Jasa
Beasiswa hibah biasanya banyak tipe dan jenisnya. Orang yang menerima biasanya diberikan karena prestasi akademik dan kinerja keseluruhan akademis mereka.

Beasiswa Berbasis Kebutuhan (tidak mampu)
Jenis beasiswa yang diberikan berarti murni soal keuangan. Panitia biasanya melihat berbagai alasan dari kesulitan-kesulitan orang ini. Misalnya, orangtua memiliki pendapatan terbatas, beban pendidikan, dan jumlah saudara kandung di sekolah terdapat dalam waktu yang secara bersamaan, pengeluaran, biaya hidup, dan lain-lain

Beasiswa Olahraga
Beasiswa ini biasanya diberikan pada bintang-bintang atlet populer dari universitas untuk direkrut dalam tim olahraga di kampus yang bersangkutan. Biasanya, atlet tersebut menerima beasiswa  penuh. Dalam proses perekrutan, terkdang Anda harus melewati berbagai test sesusai kempuan olahraga Anda. Tentunya, Anda harus lulus setiap tahapannya.

Beasiswa Sekolah Individu
Setiap sekolah menawarkan beasiswa spesifik yang relevan dengan kriteria dari universitas masing-masing. Beasiswa yang diberikan bisa dari pendonor, sumbangan atas nama pribadi, beasiswa swasta, dan sebagainya. Terkadang, Anda harus mendaftar langsung ke penyedia beasiswa, dan saat menerima beasiswa tersebut, mungkin Anda akan ditempatkan kerja dalam  grup/instansi tersebut.

Beasiswa Full / Parsial 
Jika beruntung, Anda bisa menerima beasiswa penuh. Penyedia beasiswa akan menutupi biaya hidup, kebutuhan buku, dan dana pendidikan. Tetapi ada juga beasiswa parsial, di mana mereka hanya memberikan dana untuk kebutuhan membeli buku, atau bagian dari biaya pendidikan lain, sedangkan biaya hidup tidak termasuk di dalamnya. Akan tetapi, jika Anda diberi berbagai macam beasiswa, sebaiknya ambil dan jalankan. Beasiswa jenis ini tidak menuntut apa-apa, kecuali prestasi yang Anda pertahankan selama belajar.

Jika sudah tahu jenis beasiswa apa yang paling didambakan, maka lakukan tips dan trik dibawah ini untuk bagaimana cara Anda mendapatkan beasiswa tersebut : 

1. Carilah informasi beasiswa kuliah tentang setidaknya satu tahun sebelum Anda mendaftarkan diri untuk masuk;
2. Menyiapkan data/dokumen yang dibutuhkan selengkap mungkin;
3. Mencari dan menggali bakat Anda untuk mendapatkan beasiswa itu;
4. Mintalah pengalaman senior  Anda yang telah atau pernah mendapatkan kesempatam beasiswa tersebut;
5. Dapatkan lebih banyak link bagi semua teman-teman Anda, karena mereka dapat memiliki banyak informasi yang bisa diterima Anda;
6. Baca beberapa buku tips meraih beasiswa;
7. Optimistis dan selalu berdoa.

Ingat, "If there is a will, there is a way!". Selamat berburu beasiswa! 

Sumber

Perekam Pesanan Makanan Ramah Lingkungan Karya Siswa SMA

SEMARANG, KOMPAS.com – Pernahkah terpikir di benak Anda, berapa banyak kertas yang digunakan restoran-restoran untuk menulis pesanan makanan? Dan, apakah memesan makanan di restoran harus selalu menggunakan kertas?

Banyaknya penggunaan kertas di restoran-restoran  dinilai tidak ramah lingkungan. Hal inilah yang  membuat dua siswi Semesta Boarding School Semarang, Dini Esfandiari dan Shofi Delaila Herdi menciptakan sebuah alat yang lebih praktis dan ramah lingkungan. Alat tersebut diberi nama Mini Multi Commander (MMC). Sebuah alat kecil berbentuk tabung untuk menyimpan pesan suara dan playback suara sebagai pengganti kertas.

Karya tersebut berhasil menyabet medali emas pada ajang National Young Inventor Award (NYIA) yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2011 lalu. Selain itu,  karya ini juga berhasil mengukir prestasi di ajang International Exhibition for Young Inventors (IEYI) di Bangkok, Thailand akhir Juni lalu dengan mendapatkan Special Award dari tim juri pada kategori Recreational and Educational Invention.

Dini mengatakan, melalui alat yang mereka ciptakan, restoran tidak perlu menyediakan kertas untuk menuliskan pesan makanan. Tentunya akan menghemat pengeluaran untuk pembelian kertas dan ramah lingkungan. Sebab, kertas yang sudah digunakan biasanya tidak bisa terpakai.

“Kalau kertas untuk nota masih tetap, tapi untuk pemesanan tidak perlu menggunakan kertas jika menggunakan MMC ini,” katanya.

Alat ini, ungkapnya, dirakit dari bahan-bahan yang sederhana dan tidak terlalu sulit dalam mencarinya. Misalnya, lampu LED kecil, display screen kecil, micro controller, ISD 25120 untuk perekam, baterai berbentuk kotak rechargable berkekuatan 9 volt, serta tempat bekas makanan ringan yang berbentuk bulat tabung yang digunakan sebagai bentuk luarnya.

“Sistem kerjanya, pengunjung bisa merekam suara jenis makanan apa saja yang akan dipesan dengan membuka tutup bagian atas, dan nanti alat akan diambil oleh pelayan untuk mengetahui pengunjung itu memesan apa. Caranya, dengan membuka tutup bagian bawah untuk mendengar. Jika ada pesan yang terekam, lampu LED akan menyala,” ujar pecinta olah raga tenis dan basket ini.

Sistem kerjanya seperti alat perekam (recorder) pada umumnya. Namun lebih minim tombol agar tidak membingungkan pemakai. Durasi rekaman bisa mencapai dua menit, dan sudah dicoba cukup untuk memesan sejumlah makanan di restoran atau café.

Tugas sekolah

Dini mengisahkan, awal terciptanya alat ini bermula dari tugas sekolah. Bersama Shofi, mereka melakukan survei terhadap penggunaan kertas untuk pemesanan makanan di sejumlah restoran dan café yang cukup besar di Semarang. Hasilnya, setiap restoran minimal menghabiskan uang sebesar Rp 800 ribu hingga Rp 900 ribu untuk pembelian kertas. Adapun, untuk membuat prototipe alat ini hanya menghabiskan uang sekitar Rp300 ribu dan bisa digunakan dalam jangka waktu lama.

“Setelah itu kertas hanya dibuang saja, padahal pengeluarannya besar. Dari situ kami berpikir untuk membuat alat yang lebih hemat dan tahan lama. Jadilah MMC ini. Kalau diproduksi banyak tentu akan lebih murah,” ujar gadis kelahiran Tegal, 11 November 1994.

Bukan hanya untuk merekam pesanan di restoran, alat ini juga multifungsi dan bisa dijadikan sebagai alarm pengingat atau pesan apa pun yang akan disampaikan. Sebab, pada alat tersebut juga terdapat komponen real time clock. Fungsinya bisa seperti alarm, namun menimbulkan suara.

“Misalnya untuk alarm bisa diisi dengan suara 'Bangun, bangun'. Atau, kalau orang tua akan meninggalkan pesan kepada anaknya ketika pergi seperti 'Jangan lupa makan atau jangan lupa mengerjakan PR', juga bisa. Jadi memang multifungsi,” jelasnya.

Saat ini, Dini dan Shofi, sudah lulus dari jenjang SMA. Shofi diterima di Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM. Sementara, Dini  masih mencari universitas yang tepat dan memimpikan bisa kuliah di Fakultas Kedokteran UI untuk mewujudkan cita-citanya sebagai dokter, meski harus menunda kuliahnya tahun depan.

Sukses, ya!

Sumber

ANIMAL SCIENCE STUDENT COMPETITION 2012

Komoditas peternakan merupakan sub sektor pertanian yang mempunyai prospek yang sangat baik untuk dikembangkan mengingat peranannya yang begitu penting dalam penyediaan pangan hewani bagi masyarakat. Selain itu karakteristik produk peternakan yang mudah diterima oleh masyarakat  menunjukkan bahwa usaha di bidang peternakan mempunyai peluang yang sangat menjanjikan apalagi mengingat ketersediaannya yang masih sangat terbatas dan lebih banyak mengimpor dari negara asing, sedangkan jumlah penduduk Indonesia sangat padat dan selalu bertambah tiap tahunnya yang diikuti pula dengan meningkatnya kebutuhan akan pangan hewani.
Ketersediaan sumber daya alam Indonesia yang sangat melimpah serta kondisi geografis yang mendukung menjadi alasan utama mengapa komoditas peternakan perlu diolah dan mendapatkan perhatian penuh terutama bagi kaum muda yang merupakan generasi penerus bangsa di masa mendatang. Adanya bentuk kepedulian terhadap berkembangnya komoditas peternakan sangat diperlukan sehinga peternakan tidak lagi dianggap sebagai pekerjaan sampingan atau hanya sekedar tabungan, tetapi mampu menjadikan peternakan sebagai salah satu industri pokok yang mampu menghasilkan pendapatan yang besar. Hal tersebutlah yang melatarbelakangi FORUM STUDI MAHASISWA PETERNAKAN untuk menyelenggarakan kegiatan “ANIMAL SCIENCE STUDENT COMPETITION 2012” dengan mengambil  tema “PEMUDA TERDEPAN MENGEDEPANKAN PETERNAKAN” yang akan diselenggarakan pada tanggal 19 sampai 21 Oktober 2012 di Fakultas Peternakan UGM dengan serangkaian acara OLIMPIADE of ANIMAL SCIENCE (OASE), LOMBA KARYA TULIS ILMIAH NASIONAL, LOMBA STORY TELLING, SEMINAR NASIONAL, BEDAH JURNAL DAN RISET EXPO .
Image
Download Formulir pendaftaran LKTIN, Olimpiade of Animal Science
dan panduan LKTIN disini
 info yang kurang jelas dapat menghubungi contact person:
LKTIN – Novi Akhirini (087812665507)
OASE – Shifatul Lathiefah (085725339677)
Catatan :
Penulisan nomor panitia dalam poster OASE terjadi kekeliruan, sehingga untuk pendaftaran OASE silahkan sms atau telpon ke nomor Shifatul Latiefah.

Sumber

LOMBA KARYA TULIS ILMIAH REMAJA NASIONAL TAHUN 2012

PANDUAN UMUM LOMBA KARYA TULIS ILMIAH REMAJA NASIONAL TAHUN 2012
TEMA: Aktualisasi Karya Anak Bangsa Sebagai Problem Solving Permasalahan Global
SUB TEMA:
  1. Terbinanya insan akademis sebagai langkah awal pembentukan karakter Entrepreneur generasi muda.
  2. Maksimalisasi potensi generasi muda sebagai penggerak pembangunan ekonomi nasional.
  3. Terciptanya usaha muda mandiri sebagai pengaplikasian ilmu sekaligus mengembangkan jiwa Entrepreneur muda anak bangsa.
KATEGORI LOMBA : 1. Lomba Karya Tulis Ilmiah tingkat SMA/MA/SMK/Sederajat TANGGAL-TANGGAL PENTING:
1. Pengiriman Karya Tulis 19 Juni – 15 September 2012
2. Penilaian Karya Tulis 16 – 30 September 2012
3. Pengiriman informasi Finalis LKTI 01 – 06 Oktober 2012
4. Registrasi Ulang via telepon-via online 08 – 13 Oktober 2012
5. Final Lomba Karya Tulis Remaja 27 Oktober 2012
 info lengkap di : http://lktir2012.wordpress.com
Sumber

Suka Menulis? Yuk Ikuti Lomba Cerpen Kisah Ramadhanku

Suka Menulis? Yuk Ikuti Lomba Cerpen Kisah Ramadhanku REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- LP3I menantang anak-anak muda berusia 17 – 22 tahun untuk mengikuti menulis cerita pendek (Cerpen). Tema lomba ini tidak jauh dari bulan suci Ramadhan yaitu kisah-kisah Ramadhan yang terjadi di lingkungan anak-anak muda.

Menurut LP3I, tujuan diadakannya lomba cerpen ini adalah untuk membentuk karakter remaja muslim sejati, memiliki akidah yang bersih, ibadah yang benar, memiliki ahlak  mulia, wawasan berfikir yang luas, berjiwa mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain.  “Sistem lomba cerpen dibuat sangat mudah, peserta dapat mengupload cerpennya sendiri dan men-share hasil karyanya kepada semua teman teman sosial medianya. Diharapkan acara ini dapat memotivasi remaja untuk terus berusaha, berkarya, berprestasi menjadi umat terbaik demi mewujudkan hidup yang berkah.”

Hadiah
a.    Pemenang utama 1: 1 Buah Blackberry  922o+  Paket Buku (3 eks) + Piagam
b.    Pemenang utama 2: 1 Buah ponsel Blackberry Gemini + Paket Buku (3 eks) + piagam
c.    Pemenang utama 3: 1 buah ponsel Galaxy Pocket + Paket Buku (3 eks) + piagam
d.    10 Pemenang favorite: masing masing mendapatkan paket buku (3 eks)  + Piagam
Persyaratan Lomba
a.    Peserta 17 – 22 Tahun
b.    Mengirimkann naskah cerpen terbaik
c.    Merupakan karya orisinil penulis
d.    Karya belum pernah dimuat di media/penerbit manapun, tidak dalam proses pengajuan ke media/penerbit mana pun, atau belum pernah memenangkan lomba serupa
e.    Tema Cerpen: Kisah Ramadhanku (1433H)
f.    Posting file naskah cerpen dengan cara mengcopy paste ke kolom “Submit Cerpen” beserta biodata ke dalam landing page LP3I
g.    Melakukan likes pada fanspage LP3I = LP3I Kampus Tepat & Cepat Kerja
h.    Menjadi follower’s twitter LP3I = LP3I_PASTI

Catatan
•    Peserta boleh mengirimkan lebih dari 1 (satu) naskah
•    Lomba ini berlangsung selama 7 Agustus – 30 September 2012, Pengumpulan naskah terakhir ditunggu hingga 30 September 2012, pukul 16.00 WIB
•    Penjurian 1 dilakukan selama mulai 1 Oktober – 8 Oktober 2012 untuk menentukan pemenang utama 1,2,3 dengan penilaian kualitas penulisan terbaik.
•    Penjurian 2 dilakukan mulai tanggal 9 Oktober - 16 untuk menentukan 10 pemenang favorite dengan sistem voting pembaca.
•    Semua naskah yang telah masuk ke panitia akan di posting via fanspage facebook LP3I Kampus Tepat & Cepat Kerja, Twitter: LP3I_PASTI
•    Pengumuman lomba akan dilakukan pada hari Jumat, 19 Oktober 2012, pukul 18.00 WIB (Adv)
Sumber
Republika

Anggaran Pendidikan Hanya Naik 6,7 Persen

Anggaran Pendidikan Hanya Naik 6,7 PersenREPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA – Pemerintah akan menaikan anggaran pendidikan sebesar 6,7 persen di 2013. Persentase itu sama dengan nilai Rp 331,8 triliun. “Anggaran pendidikan yang makin besar itu harus kita gunakan dengan sebaik-baiknya, untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memperluas jangkauan pemerataan pendidikan,” kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menyampaikan pidato RAPBN 2013 beserta nota keuangannya di ruang rapat paripurna, DPR, Kamis malam (16/8).

Ia mengatakan anggaran untuk pendidikan setiap tahun terus meningkat. Pada 2011 lalu, anggaran pendidikan telah mencapai Rp 266,9 triliun. Pada 2012, meningkat menjadi Rp 310,8 triliun; dan tahun mendatang mengalami kenaikan lagi.

Besarnya anggaran pendidikan itu, ditegaskan Presiden SBY diprioritaskan untuk melanjutkan pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS) bagi 45,0 juta siswa setingkat SD/MI/Salafiyah Ula dan SMP/MTs/Salafiyah Wustha.

Selain itu, pemerintah juga akan memulai pelaksanaan Pendidikan Menengah Universal (PMU), antara lain melalui penyediaan BOS pendidikan menengah bagi 9,6 juta siswa SMA/SMK/MA. Untuk mendukung pelaksanaan PMU, Pemerintah juga sedang mempersiapkan penyediaan guru serta pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang diperlukan. “Pelaksanaan PMU diharapkan dapat meningkatkan APK jenjang menengah, memperkecil disparitas antar daerah, dan memperkuat pelayanan pendidikan vokasi,’ katanya.

Melalui anggaran pendidikan itu pula, direncanakan pembangunan 216 Unit Sekolah Baru (USB), dan lebih dari 4.550 Ruang Kelas Baru (RKB) SMA/SMK/SMLB. Pemerintah juga menargetkan melakukan rehabilitasi ruang-ruang kelas SMA/SMK/MA yang rusak, serta memulai rehabilitasi sekitar 23.000 ruang kelas SMA/SMK yang rusak berat, dan sebanyak 30.350 ruang kelas SD/SMP yang rusak sedang.
“Dengan anggaran pendidikan itu, kita akan melanjutkan penyediaan Bantuan Siswa Miskin (BSM) bagi sekitar 14,3 juta siswa/mahasiswa, dan memberikan beasiswa prestasi bagi sekitar 220 ribu siswa/mahasiswa,” katanya.

Sumber
Republika

Akhir Tahun 2012, BOS SMA Disalurkan

JAKARTA (KRjogja.com) - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh menegaskan, akhir tahun 2012 bantuan operasional sekolah (BOS) harus sudah sampai ke sekolah. Unit cost-nya masih sangat kecil, yakni hanya Rp 120.000 per anak per tahun.

"Setelah dinilai berhasil, mulai 2013 jumlahnya akan mengalami kenaikan dengan signifikan. Yakni mencapai Rp 1 juta per anak per tahun," ungkap Mendikbud Mohammad Nuh, di Bekasi Senin (13/8).

Rintisan BOS SMA sengaja digelontorkan dalam jumlah minim untuk melatih dan menguji coba sistem penyalurannya. Kemdikbud juga menjamin  ketersediaan dana untuk mendukung berjalannya BOS jenjang SMA.  Dana tersebut digelontorkan untuk menunjang program wajib belajar 12 tahun yang akan dimulai tahun depan.

"Tidak penting sumber dananya ada di pos anggaran mana, yang penting dananya ada," kata Nuh.

Nuh menegaskan belum dapat dipastikan dari mana nantinya sumber dana untuk BOS jenjang SMA karena di beberapa pos anggaran lain, juga masih ada pos anggaran yang memiliki kelebihan anggaran, misalnya untuk pendidikan dasar. Akan tetapi semuanya masih dibahas pemerintah bersama DPR.

Dalam Pagu indikatif anggaran fungsi pendidikan tahun depan, DAU 2013 menyentuh angka Rp 125 triliun. Namun diketahui kemudian, DAU 2013 hanya memerlukan anggaran sebesar Rp 113 triliun. Itu berarti ada anggaran lebih sebesar Rp 12 triliun.(Ati)
 
Sumber  

Calon Guru Akan Diasramakan

YOGYA (KRjogja.com) - Para calon guru khususnya lulusan yang berasal dari bidang ilmu kependidikan di perguruan tinggi, akan diasramakan untuk menjalani pelatihan. Upaya tersebut dilakukan untuk mencetak guru yang memiliki kemampuan multigrade teaching.

"Jadi begitu diterima sebagai calon guru, maka mereka akan menjalani tes yang dilakukan di asrama dan kita berikan beasiswa. Salah satu yang akan berubah dengan pola tersebut adalah multigrade teaching. Program asrama sendiri tahun ini sudah dimulai," ujar Mentri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Prof. Dr. Muhammad Nuh, usai membuka Ospek di GOR UNY, Senin (6/8).

Dijelaskan, yang dimaksud dengan multigrade teaching yakni para guru harus memiliki kemampuan mengajar lebih dari satu mata pelajaran. Dimana, akan ada mata pelajara mayor dan minor. Sebagai contoh, guru tidak hanya mampu mengajar matematika, tetapi juga bisa mengajar fisika.

"Jadi akan ada mayor dan minor. Kita masih menjumpai seluruh guru kita mengalami masalah kekurangan mengajar 24 jam. Ini terjadi karena jumlah guru terlalu banyak. Dengan multigrade teaching, maka kita bisa menutup kekurangan 24 jam dan bisa menghemat anggaran," jelasnya.

Para calon guru yang menjalani pelatihan di asrama, lanjutnya, juga akan mendapatkan beasiswa pendidikan. "Calon guru tidak boleh dibebani biaya pendidikan, sehingga diharapkan menjadi guru yang profesional. Kita tidak ingin pendidikan kedepan tercemari gara-gara profesionalitas guru rendah," ungkapnya.

Sementara, terkait jumlah pasti guru yang akan menjalani pelatihan di asrama,  belum dapat dihitung secara pasti.  Setidaknya, terdapat 3 layer bagi calon guru yang harus menjalani tes. Yakni layer semester 7-8 (yang akan lulus), layer semester 5-6, dan layer semester 1-2. "Karena itu harus dipastikan LPTK terutama di tiap perguruan tinggi negri harus punya asrama," imbuhnya.(Aie)
 
Sumber