4 Tipe Peserta Ujian yang Mengganggu

JAKARTA - Dalam segala bentuk ujian, baik kuis, ujian tengah semester (UTS) atau bahkan ujian akhir semester (UAS) bagi mahasiswa, ataupun Ujian Nasional (UN) serta SBMPTN bagi pelajar, pasati membuta pesertanya stres. Stres tidak hanya menghantui kita disaat mempersiapkan ujian, namun juga saat berada di ruang ujian.

Biasanya stres muncul apabila melihat sosok pengawas ujian yang galak. Namun ada juga stres yang muncul akibat tingkah laku peserta lain. Berikut ini 4 tipe pelajar yang akan mengganggumu di saat ujian. 

1. HATCHIII

Disaat rungan ujian yang sunyi dan senyap penuh konsentrasi, yang paling tidak akan diharapkan dari peserta ujian adalah adanya lengkingan suara akibat bersin. Memang perlu kita hargai orang yang bersin saat ujian karena mungkin dia stres dan akhirnya sakit. Namun dengan banyaknya tisu dan suaranya yang dapat mengangetkan. Tentunya hal itu akan merusak konsentrasi perseta lain.

2. Terlalu ribut karena banyak salah

Tidak punya ide atau terlalu banyak ide dapat menciptakan permasalahan saat ujian. Bisa jadi karena bingung denga jawaban model esai atau malah terlalu banyak ide utnuk ditulis, seringkali banyak keslahan yang dilakuan. Akibatnya peserta tersebut akan banyak tingkah seprti membuang jawaban menyobek kertas yang tentunya mengganggu secara psikologis peserta lain.

3. Menggeliat lalu bangun dan/atau mengumpulkan ujian

Ujian baru berlangsung 30 menit, tiba-tiba ada perserta yang menggeliat bangun bertemu dengan pengawas dan meninggalkan ruangan. Ternyata dia kembali lagi karena cuma ijin kencing.


4. Tap tap tap tap. Tap tap. Tap.

Disaat sedang mengerjakan soal, tiba-tiba terdengar suara hentakan kaki yang berulang-ulang. hal tersebut diakibatkan oleh ketidaksenangan peserta dal;am mengerjakan soal. Tentu hal ini akan mengganggu konsentrasi peserta lain dan siapapun berharap bahwa pengawas akan mendatanginya dan menenangkan peserta tersebut.
Hal ini tentunya membuat jengkel peserta yang lain. Apalagi kalau ia mengumpulkan soal, tentunya hal ini membuat panik peserta lain padahal belum tentu ia sebenarnya bisa mengerjakan soal yang diujikan. Akhirnya keadaan tersebut membuat panik siswa, padahal waktu yang disediakan untuk ujian masih berkisar 90 menit.

Sumber
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar