Harus Realistis Pilih Perguruan tinggi.

Jurnas.com | Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Herry Suhardiyanto menyerukan pada calon mahasiswa baru 2013 untuk lebih realistis dalam memilih program studi di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan membuat perspektif yang lebih luas agar tidak bertumpuk pada program studi tertentu. "Harus realistis dan mengukur kemampuan diri sendiri," ujarnya dalam Seminar "Jalan Menuju PTN 2013" Minggu (3/2), Jakarta.

"Secara nasional hal tersebut tidak menguntungkan. Dan bisa berimplikasi pada tidak diterimanya siswa yang bersangkutan," tambah Herry kepada jurnas.com.

Menurutnya, contoh itu ada siswa yang nilainya 80 tapi tidak masuk perguruan tinggi karena salah memilih. "Untuk jalur SNMPTN Undangan 2013 sendiri baru 50 persen dilakukan untuk 61 perguruan tinggi negeri," katanya.

Dijelaskannya, IPB menggunakan sistem perak atau peringkat akademik sekolah dalam mendata para siswa yang diterima di sana. Sistem ini menggunakan nilai berdasarkan nilai rapot siswa di sekolah dan nilai IPK saat dia sudah mulai kuliah.

Melalui sistem ini, akan dilihat korelasi nilai antara saat siswa SMA dan kuliah. "Dari situ akan dilihat berasal dari sekolah mana saja siswa tersebut," ujar Herry.

Dia mengatakan dengan menggunakan sistem Perak, IPB sudah memiliki data dan perkiraan sekolah mana saja yang siswa bisa masuk ke IPB serta jumlahnya. Herry memberikan saran kepada para calon mahasiswa agar tidak terpaku pada satu atau dua program studi. 

Apalagi program studi tersebut merupakan program studi yang diminati banyak orang. "Diperlukan pengetahuan yang luas bahwa berkarya tidak bisa pada satu bidang saja. Oleh karena itu baik siswa maupun orang tua bisa lebih realistis dalam memilih program studi terutama untuk pilihan kedua," tambahnya.
 
Sumber

Sekolah Tak Isi Data, Siswa Tak Bisa Daftar SNMPTN

REPUBLIKA.CO.ID,  YOGYAKARTA -- Empat hari menjelang penutupan pengisian data sekolah (PDSS) untuk pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) belum semua sekolah tingkat SMA melakukan pengisian tersebut. Pengisian data sekolah sendiri ditutup 8 Februari 2013 mendatang.

"Bagi sekolah yang tidak mengisi data, maka siswanya tidak bisa mendaftar SNMPTN," tandas Kepala Humas UGM, Wijayanti yang juga panitia SNMPTN lokal Yogyakarta kepada Republika Online, Senin (4/2).

Pasalnya, kata Wiwit -- panggilan akrab Wijayanti, sekolah yang sudah mengisi data pendaftaran tersebut akan memperoleh password. Kode inilah yang akan digunakan siswa mendaftar SNMPTN. Pendaftaran SNMPTN sendiri sudah mulai 1 Februari 2013 kemarin.

Dikatakan Wiwit, hingga 4 Februari dari 420 sekolah tingkat SMA di DIY baru 266 sekolah yang mendaftar PDSS. Dari jumlah itu baru 206 yang telah melakukan pengisian data. "Kita berharap empat hari ini dimanfaatkan maksimal oleh pihak sekolah," tambahnya.

Untuk itu pihaknya terus menyediakan pendampingan pengisian PDSS bagi sekolah yang kesulitan. Meski belum semua sekolah mengisi PDSS untuk pendaftaran awal SNMPTN namun jumlah sekolah yang ikut seleksi tersebut meningkat signifikan dari 2012 lalu.

Diakuinya, sekolah yang ikut SNMPTN di DIY pada 2013 ini naik 143,78 persen dari 2012 lalu. Pada 2012 lalu hanya 185 sekolah. Kenaikan jumlah sekolah ini akibat semakin kendornya syarat administrasi untuk pendaftaran tersebut. Tahun lalu hanya sekolah yang terakreditasi yang mendaftarkan diri namun tahun ini semua sekolah diperbolehkan.

Sumber

PP Guru Direvisi, Komnas HAM Panggil Mendikbud

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Natalius Pigai mengatakan akan kembali memanggil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh terkait revisi Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

"Kami akan kembali mengirimkan surat paling lambat besok untuk pemanggilan kembali tanggal 18 Februari 2013. Kami berharap, Mendikbud datang karena waktunya kali ini cukup panjang," kata Natalius Pigai di Jakarta, Rabu.

Komisioner Komnas HAM bidang Pemantauan dan Penyelidikan Pelanggaran HAM itu mengatakan pemanggilan Mendikbud itu untuk memenuhi asas imparsialitas dan keberimbangan, sehingga Komnas HAM perlu mendengar argumentasi dari pihak Kemendikbud.

"Selama ini kami baru mendengar pengaduan dan argumentasi dari organisasi guru. Karena itu, kami perlu tahu argumentasi dari Kemendikbud.

Mendikbud Mohammad Nuh tidak memenuhi panggilan dan memberikan konfirmasi atas pemanggilan Komnas HAM yang pertama pada Rabu untuk memberikan klarifikasi dan argumentasi terkait revisi PP Nomor 74 tahun 2008 tentang Guru.

Natalius Pigai menilai Mendikbud seharusnya sudah tahu tentang pemanggilan dan persoalan yang sedang menjadi perhatian Komnas HAM.

Sebab, salah satu media, kata Natalius, sudah memberitakan bahwa Mendikbud menyatakan belum menerima surat pemanggilan dari Komnas HAM. Itu menunjukkan setidaknya Mendikbud sudah tahu dari wartawan.

"Namun, kami berpikir positif saja. Mungkin suratnya memang belum sampai ke Mendikbud atau belum didisposisikan. Atau bisa saja Mendikbud sudah tahu dan sedang menyiapkan dokumen-dokumen untuk menyampaikan argumentasi terkait masalah revisi PP Guru," tuturnya.

Sebelumnya, Jumat (1/2), tiga organisasi guru yaitu Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Federasi Guru Independen Indonesia (FGII) dan Ikatan Guru Indonesia (IGI) mengadu ke Komnas HAM terkait revisi PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru.

Mereka menilai revisi PP tersebut merupakan upaya untuk membungkam dan memberangus organisasi guru yang selama ini bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah di bidang pendidikan dengan menggiring adanya organisasi profesi guru tunggal.

Pada pasal 44 ayat (3) draf revisi PP tersebut tercantum bahwa organisasi guru harus memenuhi persyaratan memiliki keanggotaan yang terdata dan tersebar di seluruh provinsi dan kabupaten-kota minimal 25 persen dari jumlah guru di wilayah itu.

Organisasi juga harus memiliki kepengurusan di pusat dan semua provinsi serta minimal 75 persen kabupaten-kota, memiliki kode etik dan dewan pusat kehormatan guru sampai di tingkat kabupaten-kota.

Natalius Pigai menilai pasal tersebut berpotensi mengekang kebebebasan berserikat guru dan melanggar hak individu untuk berekspresi.

Sumber

Generasi muda harus kreatif

Medan (ANTARA News) - Pelaksana tugas Gubernur Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho mengharapkan generasi muda di daerah ini harus kreatif dan senantiasa berinovasi demi kemajuan dan masa depan mereka.

"Kedua kegiatan tersebut adalah modal utama dari sumber daya yang tidak akan pernah habis," katanya saat menghadiri ajang kreativitas di SMA Dharma Patra Pertamina, Pangkalan Brandan, Langkat, Sabtu. 

Bagi Gatot, inovasi dan kreativitas adalah kata kunci kesuksesan masa depan pemuda.Oleh karena itu Gatot mengapresiasi kegiatan rutin tiap tahunnya di sekolah yang genap berusia 38 tahun.

Gatot juga meminta agar semua pelajar terutama peserta ajang kreativitas untuk berani melakukan sesuatu yang terbaik.Dari pola pikir seperti itu. maka Gatot yakin akan lahir satu pikiran cerdas yaitu "Aku adalah anak dengan dedikasi dan prestasiku."

"Selamat berkreativitas. Saya doakan mimpi kalian ke depan akan terwujud. Mimpikan juga Pangkalan Brandan, Langkat, Sumut, dan Indonesia," ujar Gatot.

Di acara ajang kreatif tersebut, siswa-siswi menyajikan hiburan tarian dari beragam tarian nusantara, diantaranya tari Saman asal Aceh, tarian Melayu, dan tari etnik Karo. 

Kunjungan Gatot diakhiri dengan menyaksikan setiap stand yang ada dan terkadang mencicipi makanan yang tersedia.

Kegiatan ajang kreativitas untuk SD-SMA di SMA Dharma Patra yang dipimpin Kepala Sekolah H Aprianto berkaitan dengan perayaan ulang tahun sekolah tersebut ke-38.

Kegiatannya antara lain mewarnai, Olimpiade UASBN, Olimpiade UN dan TIK, gerak jalan, fesvital lagu, futsal, festival band, lomba foto model, bazaar dan tes golongan darah.

Sumber

Standar nilai kelulusan ujian nasional tetap 5,5

Yogyakarta (ANTARA News) - Standar nilai kelulusan peserta ujian nasional tahun ajaran 2012/2013 sama dengan tahun lalu, yakni 5,5 untuk semua mata pelajaran yang diujikan.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Daerah Istimewa Yogyakarta, Baskara Aji di Yogyakarta, Jumat, mengatakan aturan kelulusan peserta ujian nasional (UN) sesuai dengan prosedur operasional standar (POS) UN 2013, masih sama seperti tahun lalu. 

"Sesuai dengan POS UN 2013 yang saya terima, termasuk standar nilai kelulusan ujian UN tahun ini masih tetap sama seperti tahun-tahun sebelumnya," katanya.

Terkait standar nilai kelulusan UN tersebut, dia optimistis angka kelulusan peserta didik di DIY akan meningkat dibanding tahun lalu.

"Standar nilai di DIY kalau kita perkirakan sudah mencapai nilai 7, oleh karena itu dengan 5,5 saya kira tidak terlalu memberatkan bagi siswa,"katanya.

Sementara itu, menurut dia, justru yang dirasa memberatkan pada UN tahun ini adalah mekanisme pelaksanaannya di mana UN sekolah formal dan UN pendidikan kesetaraan (UNPK) akan dilaksanakan secara bersamaan.

"Kami harus berkoordinasi dengan pihak pelaksana di lapangan yang melibatkan banyak guru sebagai pengawas karena UN formal dan UNPK dilaksanakan dalam satu hari secara bersamaan sementara pelaksanaan pagi dan siang orangnya harus berbeda,"katanya.

Untuk saat ini, dia mengatakan, pihaknya masih melakukan penyusunan petunjuk pelaksanaan (juklak) yang kemudian akan disosialisasikan kepada seluruh sekolah ditingkat kabupaten di DIY.

Pelaksanaan UN untuk sekolah menengah atas (SMA) atau Madrasah Aliyah (MA) akan diselenggarakan pada 15-18 April.

Sementara sekolah menengah pertama (SMP) akan dilakukan pada 22--25 April dan sekolah dasar (SD) pada 6--8 Mei.
(KR-LQH/M008)

Sumber

TRY OUT SMAN 1 JETIS 2013

Minggu , 17 Maret 2012
IDR Rp 13.000,-
Pendaftaran 

 Hari Biasa
12.00-16.30
Hari Minggu & Libur
08.00-16.00

Di SMAN 1 JETIS BANTUL
info:  @osis_SMANIS

Kurikulum Belum Jelas Kok Buku Sudah Disusun...

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski desain kurikulum baru yang akan diterapkan pada Juli mendatang masih dapat berubah, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyusun buku untuk guru dan siswa. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan, bagaimana bisa buku disusun dengan kondisi kurikulum yang belum jelas?
Direktur Politeknik Media Kreatif Jakarta Bambang Wasito Adi mengatakan bahwa sewajarnya buku disusun saat kurikulum yang menjadi landasan sudah terbentuk dan tak ada masukan lagi. Sementara itu, yang terjadi saat ini, pemerintah justru sudah menulis buku guru dan siswa padahal status kurikulum baru masih belum jelas.
"Kurikulum baru sekarang masih banyak masukan dan rekomendasi. Ada saja perubahannya. Seharusnya jangan begitu saja menyusun buku selama kurikulumnya belum ada," kata Bambang saat Rapat Dengar Pendapat di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Jakarta, Senin (28/1/2013).
Bambang mengkhawatirkan akan banyak kekurangan pada buku ajar kurikulum baru nanti. Selain waktu pembuatannya yang relatif singkat, struktur kurikulum yang berubah secara dinamis ini membuat isi buku harus menyesuaikan dengan kondisi tersebut.
"Saya dukung memang kalau pemerintah ingin membuat buku. Selama ini kan tidak pernah. Tapi kalau pemerintah yang buat, itu harus benar-benar bermutu dan paling baik. Tapi dengan waktu yang singkat dan kurikulum yang belum jelas ini agak ragu dengan buku," ujar Bambang.
Dosen Politeknik Media Kreatif Jakarta, Irene Astuti, mengatakan bahwa idealnya penulisan buku pelajaran ini berkisar sekitar delapan bulan. Jika memenuhi standar waktu dan sesuai prosedur, maka kualitas dari buku yang akan dipakai oleh guru dan siswa ini tidak perlu dipertanyakan lagi.
"Dari kajian akademis yang dilakukan di tempat kami dan penelitian di beberapa negara, penulisan buku setidaknya delapan bulan sampai penerbitan," ujar Irene.
Irene juga menjelaskan bahwa kurikulum semestinya ada terlebih dahulu, baru kemudian penyusunan buku dapat dilakukan. Namun sebagai salah satu tim narasumber untuk buku pada kurikulum baru, ia mengungkapkan bahwa buku masih dalam proses penulisan.
"Saya setuju buku harus ditulis berdasarkan kurikulumnya. Yang sudah saya ketahui saat ini, buku sedang ditulis. Proses sejauh apa, itu Pusat Kurikulum dan Perbukuan yang tahu," ungkap Irene. "Kurikulum yang dijadikan dasar penyusunan buku itu sudah ada. Tapi kami belum tahu apakah itu yang akan disahkan atau akan ada perbaikan," tandasnya.

Sumber

Tata Niaga Berlapis, Harga Buku Pelajaran Jadi Mahal

JAKARTA, KOMPAS.com - Ada pergantian kurikulum atau tidak, harga buku yang digunakan oleh siswa tetap saja bertambah mahal tiap tahun ajaran. Tingginya harga buku siswa ini diduga dikarenakan proses tata niaga berlapis dari penerbit hingga ke tangan siswa.
Direktur Politeknik Media Kreatif Jakarta, Bambang Wasito Adi, mengatakan bahwa saat ini harga buku untuk siswa terus melambung. Dengan adanya perubahan kurikulum baru ini, hal tersebut akan semakin dikhawatirkan oleh para orang tua siswa karena mau tidak mau harus membeli buku baru sesuai dengan kurikulum yang berlaku.
"Sekarang buku masih mahal. Padahal sebenarnya buku bisa murah. Pemerintah harus bekerja untuk ini," kata Bambang saat Rapat Dengar Pendapat Umum di Ruang Rapat Komisi X DPR RI, Jakarta, Senin (28/1/2013).
Permasalahan tingginya harga buku saat ini, lanjutnya, disebabkan tata niaga yang berlapis sehingga keuntungan yang diambil dari sebuah buku pelajaran siswa tersebut juga berlipat ganda dan ujungnya berakibat harga buku melambung cukup tinggi seperti yang terjadi selama ini.
"Yang membuat mahal, saya kira di luar aspek produksi. Biasanya terkait dengan tata niaganya. Ini yang harus dihapus," ujar Bambang. "Saran saya ini harus diintervensi pemerintah. Pencetakannya boleh oleh swasta tapi tata niaga ini harus diatur. Jangan seperti sekarang, turun ke penerbit kemudian dijual sekolah atau guru. Tiap bagian ambil untung, itu membuat mahal," tandasnya.

Sumber
Kompas Edukasi

Inilah Cara Siswa Mendaftar SNMPTN

JAKARTA, KOMPAS.com — Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2013 oleh siswa dibuka dari 1 Februari hingga 8 Maret. Demikian disampaikan Ketua SNMPTN 2013 Profesor Akhmaloka.
"Hari ini adalah hari pertama pendaftaran oleh siswa. Sedangkan untuk sekolah yang belum mendaftarkan diri, masih dibuka hingga 8 Februari mendatang," ujar Akhmaloka di Jakarta, Jumat (1/2/2013).
Siswa yang berhak mendaftar adalah siswa yang berasal dari sekolah yang mempunyai nomor pokok sekolah nasional (NPSN) dan telah mengisi data prestasi siswa di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Persyaratan siswa yang berhak melamar adalah siswa SMA/SMK/MA/MAK jelas terakhir yang mengikuti UN pada 2013, memiliki nomor induk siswa nasional (NISN), dan terdaftar pada PDSS.
"Siswa tersebut juga harus memperoleh rekomendasi dari kepala sekolah dan memiliki prestasi akademik di sekolah pada semua semester," ujarnya.
Tata cara pendaftaran, kata Akhmaloka, adalah siswa pelamar menggunakan NISN dan kata sandi (password) ke laman http://snmptn.ac.id.
Kemudian siswa mengisi biodata, pilihan perguruan tinggi negeri (PTN), dan pilihan program studi serta mengunggah pasfoto. Selanjutnya, kepala sekolah memberi rekomendasi kepada siswa yang sudah mendaftar SNMPTN.
Pelamar program studi keolahragaan dan seni diwajibkan mengunggah portofolio. "Selanjutnya, siswa pelamar mencetak kartu bukti pendaftaran sebagai tanda bukti peserta SNMPTN."
Dia melanjutkan, siswa pelamar hanya dapat memilih dua PTN yang diminati. Apabila memilih satu PTN, PTN yang dipilih dapat berada di provinsi mana pun. Jika memilih lebih dari satu PTN, salah satu PTN harus berada di provinsi yang sama dengan SMA asalnya atau dari provinsi terdekat jika belum terdapat PTN di provinsi asalnya.
"Peserta dapat memilih sebanyak-banyaknya dua program studi pada tiap PTN. Urutan dan program studi menyatakan prioritas pilihan," ucapnya.
Siswa yang melanjutkan studi di PTN tetapi terkendala biaya dapat mengajukan bantuan biaya pendidikan melalui program beasiswa Bidikmisi.
SNMPTN adalah pola seleksi nasional berdasarkan penjaringan prestasi akademik menggunakan nilai rapor dan prestasi-prestasi lain.
Sebanyak 61 PTN mengikuti program SNMPTN dengan jumlah kuota sekitar 160.000 kursi. Penerimaan masuk PTN dibagi menjadi tiga seleksi, yakni SNMPTN dengan porsi minimal 50 persen, kemudian seleksi bersama masuk PTN dengan porsi minimal 30 persen, dan sisanya melalui ujian mandiri.
Seleksi SNMPTN tidak dilakukan melalui tes tertulis, melainkan diseleksi langsung oleh perguruan tinggi bersangkutan. Hasil seleksi akan diumumkan pada 28 Mei.

Sumber
Kompas Edukasi

Sekolah Curang Bertambah


JAKARTA, KOMPAS.com - Pelaksanaan seleksi masuk nasional perguruan tinggi (SNMPTN) 20130 berdasarkan semangat kebersaman dan kepercayaan. Untuk itu, sekolah dan siswa harus jujur soal data-data yang diunggah ke laman SNMPTN.
Akhmaloka, Ketua Umum Panitia Pelaksana Seleksi SNMPTN 2013, di Jakarta, Jumat (1/2/2012),  mengatakan, SNMPTN yang kuotanya 50 persen dari total penerimaan mahasiswa baru di 61 PTN, mulai tahun ini dilakukan secara gratis dan tanpa tes tertulis. Semua siswa dapat mendaftar, asal sebelumnya didaftarkan sekolah ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
"Prestasi siswa secara akademik dan nonakademiklah yang dinilai. Karena itu, dalam memasukkan data rapor dan prestasi siswa, sekolah harus jujur. Demikian juga siswa yang dapat memverifikasi datanya juga harus mengutamakan kejujuran," kata Akhmaloka.
Rochmat Wahab, Sekretaris Umum SNMPTN 2013, menambahkan, dalam pendaftaran SNMPTN tanpa tes dan gratis ini, pihak sekolah dan siswa harus sama-sama jujur. Sekolah yang tidak jujur akan dilarang atau di-blacklist untuk mendaftarkan siswanya.
"Ada saja sekolah yang tidak jujur. Tahun ini yang di-blacklist dua kali lipat dari tahun lalu, lebih dari 20 sekolah," kata Rochmat tanpa mau menyebutkan nama-nama sekolah yang curang.
Menurut Rochmat, sekolah yang curang alias tidak jujur akan ditolak untuk mendaftarkan siswanya ikut SNMPTN. "Tetapi siswa tetap bisa ikut yang seleksi tertulis, baik yang jalur mandiri maupun seleksi masuk PTN yang tertulis," ujar Rochmat.

Sumber
Kompas Edukasi

Mendikbud: Jangan Asal Main Tutup Sekolah

JAKARTA, KOMPAS.com - Terkait kasus Yayasan Katolik Gabriel di Blitar yang terancam ditutup karena tidak mengajarkan pelajaran agama Islam, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh meminta pada semua pihak untuk mau berdialog. Ia juga meminta pada Pemerintah Daerah (Pemda) Blitar agar tidak asal main tutup sekolah saja.
"Jangan asal tutap-tutup saja. Coba diajak dialog dulu. Bertemu dengan Pemda, pihak sekolah, DPRD dan pihak kementerian agama juga," kata Nuh seusai konferensi pers terkait Anggaran Kurikulum 2013 di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, Kamis (31/1/2013).
Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 12 Ayat 1(a) berbunyi setiap peserta didik pada setiap satuan pendidikan berhak mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama.
"Aturan itu berlaku untuk tiap sekolah, menurut UU kan seperti itu. Itu hak anak didik jadi jangan dihilangkan haknya tersebut," ujar Nuh.
Ia juga mengungkapkan bahwa sekolah-sekolah berbasis agama tersebut tetap dapat melayani peserta didik agama lain tanpa harus merekrut guru baru. Contohnya saja, para peserta didik dengan agama yang berbeda ini dapat dititipkan untuk sementara ke sekolah lain yang berdekatan supaya mendapat pelajaran agama yang dianutnya.
"Itu teknisnya simpel kalau nggak dirumitkan. Bisa dititipkan di sekolah dekatnya. Yang penting kan mendapat pelajaran agama," jelas Nuh.
"Biasanya kalau di sekolah Islam kan ada Jumatan. Nah bisa diambil saat ini. Jadi seminggu sekali. Tidak masalah kan?" imbuhnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa urusan agama saat ini merupakan masalah yang sensitif. Untuk itu, pemerintah dan masyarakat untuk tetap berpikiran jernih dan tetap tenang sehingga tidak mengambil keputusan yang dapat memicu konflik horizontal.
"Urusan agama itu sangat sensitif. Untuk agama apa saja ya diberikan haknya. Tidak usah pakai pertimbangan anaknya kan setuju sekolah di sini walaupun tidak sesuai dengan agama yang dianut," ungkapnya.
"Ini berlaku untuk semua, misalkan saja sekolah Islam di NTT harus juga memberikan pelajaran Nasrani. Karena jelas pada amanat UU Sisdiknas," tandasnya.

Sumber
Kompas  Edukasi

Mendikbud: Tak Ada "Hambalangisasi" dalam Kurikulum 2013


JAKARTA, KOMPAS.com - Simpang siur masalah anggaran kurikulum yang selama ini dipermasalahkan oleh DPR RI akhirnya diklarifikasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Klarifikasi ini sekaligus membantah adanya potensi penyelewengan dana dalam perubahan kurikulum.
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh mengatakan bahwa penggunaan anggaran terbesar digunakan untuk penggandaan buku siswa dan guru yang ditargetkan sebanyak 72,8 juta eksemplar untuk semua jenjang dari SD hingga SMA dan SMK. Kisaran harga satuan bukunya juga hanya mencapai harga Rp 20.000.
"Tidak perlu khawatir ada 'hambalangisasi'. Kita tidak ingin menambah perkoro. Oleh karena itu, dibahas secara terbuka," kata Nuh saat konferensi pers terkait Anggaran Kurikulum 2013 di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, Kamis (31/1/2013).
Ia membenarkan bahwa untuk penggandaan buku dengan jumlah tersebut ditaksir menelan dana sebesar Rp 1,27 triliun. Namun jika dilakukan penghitungan secara detail, maka harga satuan buku untuk jenjang SD berkisar antara Rp 7000- Rp 8000.
"Tapi kalau untuk SD ini kan tematik integratif. Ada delapan tema berarti ada delapan buku. Itu tinggal dikalikan Rp 8.000 saja. Berarti sekitar Rp 64.000," jelas Nuh.
Berbeda dengan jenjang SMP, SMA dan SMK yang sudah berbasis mata pelajaran sehingga bukunya juga tidak sama dengan tingkat SD. Untuk tingkat ini, harga satuan buku diprediksi sekitar Rp 17.000 - Rp 20.000. Hal ini jelas membantah pernyataan DPR RI bahwa pihak Kemdikbud menganggarkan harga satuan buku mencapai Rp 42.000.
"Harga satuan buku itu sudah termasuk pencetakan dan pengirimannya," jelas Nuh.
Sebelumnya diberitakan, untuk mencetak sekitar lima juta eksemplar buku yang berisi 80 halaman dengan kualitas terbaik untuk jenjang SD, harga satuannya diperkirakan hanya mencapai Rp 4.700-Rp 5000. Namun harga tersebut belum termasuk distribusi ke sekolah-sekolah.

Sumber
Kompas Edukasi

Ini Dia Jadwal UN 2013





JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akhirnya merilis secara resmi jadwal Ujian Nasional (UN) 2013 melalui laman resmi Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kemdikbud. Jadwal UN 2013 ini tercantum dalam Prosedur Operasi Standar UN yang diunggah pada Rabu (30/1/2013) ini.

Kepala Balitbang Kemdikbud, Khairil Anwar Notodiputro, mengatakan bahwa Prosedur Operasi Standar UN atau biasa disebut POS UN ini baru ditandatangani oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) pada Selasa (29/1/2013) lalu. Dalam POS UN ini, tidak hanya jadwal UN saja tapi juga dicantumkan peraturan lain seperti standar kelulusan dan tata tertib.

"POS UN sudah diunggah dan dapat dilihat di website Balitbang dan BSNP. Kemudian hardcopy dan softcopy juga sudah dikirimkan ke masing-masing Dinas Pendidikan Provinsi," kata Khairil kepada Kompas.com, Rabu (30/1/2013).

Berdasarkan POS UN tersebut, UN untuk tingkat SMA/MA akan diselenggarakan pada tanggal 15-18 April. Sementara untuk tingkat SMK dan SMALB, UN akan digelar pada tanggal 15-17 April. Bagi siswa yang sakit atau berhalangan hadir dapat mengikuti UN susulan yang diselenggarakan pada tanggal 22-25 April.

Untuk tingkat SMP/SMPLB/MTs, UN digelar pada tanggal 22-25 April dengan rincian mata pelajaran bahasa Indonesia, bahasa Inggris, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Sama seperti tingkat SMA, UN susulan dilakukan sepekan setelah UN berlangsung yaitu pada tanggal 29 April-2 Mei.

Sementara untuk tingkat SD/SDLB/MI, UN akan diselenggarakan pada tanggal 6-8 Mei dengan mata pelajaran yang diujikan adalah Bahasa Indonesia, Matematika dan IPA. UN susulan bagi yang sakit atau tidak hadir akan dilaksanakan pada tanggal 13-15 Mei.

Untuk pengumuman kelulusan sendiri, tingkat SMA/SMALB/SMK/MA akan diumumkan pada tanggal 25 Mei. Kemudian tingkat SMP/SMPLB/MTs diumumkan pada tanggal 1 Juni dan tingkat SD/SDLB/MI pengumuman hasil UN 2013 dilakukan pada tanggal 8 Juni.  

Sumber
Kompas Edukasi                            

Sekolah Eks RSBI Berstatus Sekolah Reguler


JAKARTA (KRjogja.com) - Semua sekolah yang selama ini mendapatkan izin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) sebagai Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) beralih status menjadi sekolah reguler, yang dibina oleh pemerintah provinsi/kabupaten/kota.


Hal tersebut tertuang melalui Surat Edaran Nomor : 017/MPK/SE/2013 tentang Kebijakan Transisi RSBI, yang ditandatangani Mendikbud pada Rabu, 30 Januari 2013 kemarin kepada para gubernur, bupati/walikota, kepala dinas pendidikan provinsi/kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Kebijakan ini diambil menindaklanjuti putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 5/PUU-X/2012, yang mengabulkan permohonan Koalisi Pendidikan ke MK. Putusan MK itu menghapus dasar hukum penyelenggaraan RSBI. "Sekolah reguler itu maknanya sekolah biasa. Selesaikan dulu. Nanti setelah itu pada saat menjelang tahun ajaran baru kita akan menetapkan bagaimana mengelola eks RSBI itu," kata Mendikbud usai memberikan keterang pers tentang anggaran kurikulum 2013 di Kemdikbud, Kamis (31/1/2013) petang.

Pada surat tersebut Mendikbud menegaskan, semua papan nama, kop surat, dan stempel sekola, yang menyebutkan atau menyatakan RSBI tidak dapat dipergunakan dalam proses administrasi atau menejemen sekolah. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada standar nasional pendidikan (SNP) dan tetap berlangsung sampai akhir Tahun Pelajaran 2012/2013 sesuai dengan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS). (Ati)

Sumber

Hari Ini Siswa Bisa Daftar SNMPTN

ujian-snmptn-2011.jpg
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Proses pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) oleh siswa mulai dilakukan sejak Jumat (1/2/2013) hari ini. Namun, hal tersebut hanya berlaku bagi siswa yang telah mendapatkan kata kunci (password) dari sekolah yang telah melakukan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).

Pendaftaran mandiri oleh siswa ini akan berlangsung hingga 8 Maret 2013 mendatang. Adapun, batas akhir sekolah untuk mengisikan PDSS adalah 8 Februari 2013.

Kepala bidang Humas UGM, Wijayanti, mengatakan, apabila sekolah sudah melakukan pendaftaran PDSS, siswa akan mendapatkan password untuk mendaftar secara mandiri. Dalam proses ini, siswa bisa menentukan pilihan perguruan tinggi dan program studi yang diminati.

“Data siswa yang dimasukkan akan diteruskan oleh panitia pusat ke masing-masing PTN yang dipilih. Dari situ, akan kami proses lebih lanjut untuk seleksi,” terangnya.

Siswa bisa langsung mendaftar secara online di laman www.snmptn.ac.id. Mereka bisa memilih dua perguruan tinggi negeri (PTN) dan dua program studi di masing-masing PTN yang dipilih.


Sumber